Pernikahan Islami

Akankah Kita Akan Mengamalkannya?

Oleh: Abu Faiz Makarim Al-Faruq

Nikah merupakan Sunnah para Nabi pada umumnya dan merupakan Sunnah Muthoharoh (yang suci dan mensucikan) yang dianjurkan dan dipraktekkan juga oleh Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Selain itu Nikah juga merupakan jalan yang penting dan utama untuk mencapai kesucian diri, karena padanya ada benteng yang mampu membendung perkara-perkara yang diharamkan Alloh. Sehingga bagi seorang muslim dan muslimah proses dari awal sampai akhirnya pun haruslah sejalan dengan apa yang telah dicontohkan oleh Alloh dan Rasul-Nya. Oleh Karena itu hendaknya laki-laki atau perempuan yang hendak menikah terlebih dahulu mempertimbangkan keadaan agama pasangannya. Dengan melihat bagaimanakah sikap beragamanya taat atau lalai atau lebih jauh lagi tidak peduli agama. Karena ini merupakan dasar yang utama yang akan sangat mempengaruhi baik tidaknya sebuah rumah tangga. Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam bersabda:

“Dinikahi wanita itu (umumnya) karena 4 perkara: yaitu karena hartanya, karena nasabnya, karena cantiknya dan karena agamanya, maka pilihlah wanita yang baik beragama, niscaya engkau bahagia.” (Mutafaqun ‘Alaihi)

  1. I. Tata Cara Pelaksanaan Pernikahan dan Akad Nikah

Bentuk pelaksanaan akad nikah yang sekarang ada umumnya adalah kedua calon mempelai duduk bersama didepan penghulu kemudian kepala kedua mempelai ditutup dengan kain. Lalu petugas pencatat dari KUA membimbing pengantin laki-laki sebelum mengucapkan ‘Saya terima nikahnya fulan bin fulan’ dengan bacaan-bacaan seperti ucapan istighfar, sholawat, dan syahadat.

Pertanyaannya darimana dasar dalil dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi sebelum mengucapkan qobul ‘Saya terima nikahnya fulan bin fulan’ seorang pengantin laki-laki itu harus ber-istighfar, bersholawat dan ber-syahadat dulu? dalam kitab hadits mana Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam melakukan praktek demikian serta kepala kedua calon mempelai harus ditutup kain?

Hal ini patut ditanyakan supaya kita terbangun dari tidur kita yang panjang ini, bahwa praktek-praktek seperti itu bukan ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam, bahkan menutup kepala kedua mempelai ketika menikah kalau kita rajin mebaca sejarah, ternyata hal itu merupakan ciri khasnya orang-orang YAHUDI. Mungkin sebagian kita bertanya bukankah ber-istighfar, bersholawat dan ber-syahadat itu baik? kita katakan benar, akan tetapi menempatkan bacaan-bacaan tersebut pada waktu-waktu tersebut bukanlah kebaikan buktinya Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salami dan para shahabatnya tidak melakukannya, lalu apakah berani kita mengatakan bahwa Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam dan para shahabatnya tidak tahu bahwa membaca bacaan-bacaan itu adalah suatu kebaikan jika dibaca sebelum ijab qobul?! Yang diajarkan oleh Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam cukuplah sang pengantin pria sendiri mengucapkan qobul dihadapan walinya dan saksinya walaupun tanpa keikutsertaan mempelai wanita karena pada saat itu kedua calon mempelai belum boleh bersentuhan apapun karena mereka masih bukan mahromnya. Oleh karena itu salah besar kalau mempelai wanita di dudukan bersama berdampingan dengan pengantin laki-lakinya karena pada saat itu mereka belum sah untuk saling bersentuhan, kecuali setelah beres ijab qobulnya. Maka bagi siapa saja yang ingin benar-benar mengikuti Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam hendaknya menjauhi hal itu. Termasuk kepada para petugas pencatat hendaknya mereka juga kembali membuka lembaran-lembaran sejarah bagaimana Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam dan para shahabatnya melakukan proses yang skaral ini agar kita tidak melenceng dari cara-cara yang telah diajarkan oleh Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam, karena segala amalan yang keluar dari jalur yang telah dicontohkan oleh Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam adalah amalan sia-sia saja. (HR. Muslim). Maukah acara sacral kita menjadi sia-sia dihadapan Alloh subhanahu wa Ta’ala?

  1. II. Tata Cara Walimatul Urusy/ Resepsi Pernikahan Dalam Ajaran Islam.

Walimah dianjurkan sekali meskipun dilaksanakan dengan sangat sederhana. Disebutkan oleh Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam:

‘Adakanlah walimah walaupun dengan seekor kambing’. (Shahih Sunan Abu Daud no 1854)

  1. III. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan walimah/resepsi:
  2. 1. Para undangan pria dan wanita tidak bercampur baur

Demikianlah yang dicontohkan oleh Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam dan para shahabatnya, beliau tidak pernah mengumpulkan laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya dalam satu ruangan untuk saling bertatap muka dan bercengkerama. Bentuk pelaksanaannya bisa didua ruangankan atau ditempat yang besar lalu diberi pembatas dengan kain pembatas.

  1. 2. Tidak diperbolehkan adanya tarian-tarian yang diiringi alat-alat musik

Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam pernah berkata kepada ‘Aisyah ketika ‘Aisyah mengarak pengantin wanita untuk menemui pengantin laki-lakinya beliau berkata “Wahai ‘Aisyah kenapa kamu tidak menyuguhkan hiburan? Karena kaum Anshor senang dengan hiburan. (HR. Bukhari 9/184-185, Al-Hakim 2/184, Baihaqi 7/288). Yaitu hiburan berupa nyanyian yang berisi nasihat yang baik tanpa disertai instrument musik orang-orang kafir (seperti biola, piano dsb). Yaitu nyanyian yang sederhana, yang hanya menggunakan tabuhan gendang dari kulit. Ini dilakukan untuk membedakan walimah dengan acara berkabung. Karena dalam acara berkabung tidak ada makan-makan dan lagu-lagu walaupun orang-orang sama-sama berkumpul.

  1. 3. Tidak ada contohnya mengadakan walimah lebih dari 3 hari

Ketika Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam menikahi Shofiyah, beliau mengadakan walimah selama 3 hari. (HR. Abu Ya’la hadis semakna terdapat juga dalam shahih Bukhari 7/387) hal ini pelaksanaannya tergantung kepada kesiapan finansial yang ada.

  1. 4. Hendaklah mengundang orang-orang yang shaleh, baik miskin ataupun kaya.

Sebagaimana wasiat Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam

“Jangan bersahabat kecuali dengan seorang mukmin dan jangan makan makananmu kecuali orang yang bertakwa”. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim). Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam juga bersabda: “Makanan yang paling buruk adalah makanan dimana orang-orang kaya diundang makan sedangkan orang-orang miskin tidak diundang” (HR. Muslim)

  1. IV. Tuntunan Islam untuk para tamu undangan
  2. 1. Hendaknya para undangan mengetahui bahwa menghadiri undangan seseorang apapun bentuknya adalah WAJIB kecuali undangannya orang-orang kafir.

Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam bersabda:

“Jika kalian diundang walimah, sambutlah undangan itu (baik undangan walimah atau lainnya). Barangsiapa yang tidak menyambut undangan itu berarti dia telah bermaksiat kepada Alloh dan RosulNya”. (HR. Bukhari 9/198, Muslim 4/152, Ahmad 6337, Baihaqi 7/262)

Akan tetapi tidak wajib menghadiri undangan yang didalamnya terdapat kemungkaran dan kemaksiatan seperti campur baurnya laki-laki dan perempuan yang notabenenya berpakaian membuka auratnya. Musik-musik yang diiringi tarian-tarian laki-laki dan perempuan, sanding party dsb. Diceritakan pada suatu kesempatan Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam diundang oleh Ali bin Abi Thalib Radhiyallohu Anhu beliau sempat masuk kedalam rumah, tetapi ketika dalam rumah terdapat tirai yang bergambar (makhluk bernyawa) maka beliau keluar dan bersabda:

“Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke suatu rumah yang didalamnya ada gambar”. (HR. Nasa’i, dan Ibnu Majah shahih lihat jami’us shahih mimma laisa fis shahihain syaikh Muqbil)

  1. 2. Memberikan hadiah kepada pengantin

Memberi hadiah sangat dianjurkan sekali oleh Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam. Disebutkan dalam tarikh bahwa itu termasuk kebiasaan para shahabat Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam. Yang diantara faidahnya adalah semakin menambah ‘kecintaan’ antar sesama.

  1. 3. Mendoakan pengantin

Abu Hurairah Radhiyallohu Anhu menyebutkan bahwa Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam jika mengucapkan selamat kepada mempelai beliau mengucapkan doa:

Baarakalloohu laka wa barokalloohu ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khoiir”.

Semoga keberkahan Alloh berikan kepadamu dan senantiasa tercurah atasmu, dan semoga Alloh mempersekutukan kalian berdua dalam kebaikan. (HR. Abu Daud 1/332 Tirmidzi 2/171 dan yang lainnya)

Adapun ucapan “Semoga mempelai banyak rizki dan banyak anak” adalah ucapan yang dilarang dalam Islam, karena disebutkan dalam tarikh itu adalah ucapan orang-orang jahiliyyah zaman dulu.

Demikianlah tata cara pernikahan yang disyari’atkan oleh Alloh dan RosulNya, semoga Allah memberikan kemudahan dan kelapangan bagi orang-orang yang ikhlas untuk mengikuti petunjuk yang diajarkan oleh Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam dengan segala sesuatunya. Dan mudah-mudahan digolongkan oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala kedalam firmanNya:

Yaitu orang-orang yagn berdoa: “Ya Robbi, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan-keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa”. (Al-Furqon: 74)

  1. V. Dibawah ini adalah hal-hal yang bukan dari ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam:

  1. 1. Pacaran

Disinilah tempatnya setan melancarkan berbagai macam godaannya, mulai dari saling menatap, berpegangan sampai pada tingkat berzina, sehingga tak sedikit mereka yang membudidayakan produk setan ini, hamil diluar nikah. Naudzubillah semoga Alloh melindungi keluarga kita dari jeratan iblis ini.

  1. 2. Tunangan

Pertunangan biasanya dikenal dengan acara tukar cincin, dalam Islam ada istilah khitbah (meminang) sebagai bentuk keseriusan seorang laki-laki terhadap seorang perempuan yang dicintainya dengan menyatakan kepada sang wali. Dalam tahap ini pertunangan yang umumnya dilakukan hampir sama. Akan tetapi dalam prakteknya ada beberapa tradisi-tradisi orang-orang kafir yang sering dipakai oleh umat Islam ini seperti tukar cicin. Sebetulnya cukuplah bagi sang peminang untuk memberikan semacam hadiah tanpa harus dengan simbol cincin. Hal lain yang juga sangat disayangkan orang tua kedua belah pihak adalah mereka beranggapan bahwa, setelah dilamar kedua calon mempelai bebas melakukan apa saja, pikir mereka kalau hamilpun sudah jelas siapa orang yang akan bertanggung jawabnya! Naudzubillah padahal mereka masih bukan mahromnya, belum halal apapun yang ada pada wanitanya kecuali setelah ijab qobul selesai dilaksanakan. Dalam Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam bersabda “Kepada seseorang itu lebih baik ditusuk jarum besi daripada menyentuh wanita yang bukan mahromnya.(Al-Hadits).

  1. 3. Mensyaratkan mas kawin yang tinggi

Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam bersabda:

“Sebaik-baik mas kawin itu adalah yang paling murah (bagi laki-lakinya)”. (HR. Hakim dan Ibnu Majah)

  1. 4. Menghambur-hamburkan harta atau uang (untuk hal-hal yang tidak ada kebaikannya untuk dunia dan akhirat kita)

Diantara contohnya melangsungkan walimah selama 7 hari 7 malam, mereka beranggapan bahwa pernikahan hanya sekali seumur hidup jadi harus diramaikan dengan berbagai macam acara-acara, sehingga tak sedikit uangnya didapatkan dari hutan. Ini merupakan perakara yang tidak mulia dan bisa jadi haram. Alloh dan RasulNya tidak menyukai hal yang berlebih-lebihan.

  1. 5. Kemusyrikan

Dalam menetapkan hari H-nya ada yang memberikan sesajen-sesajen agar mendapat restu dan kelancaran dari dewa-dewa atau roh-roh selain Allah Naudzubillah. Padahal mereka tahu bahwa melakukan kemusyrikan adalah dosa terbesar yang tidak ada ampun apabila meninggal sebelum bertobat. Dalam suasana yang sacral seperti ini (walimatul Ursy) biasanya para malaikat ikut hadir untuk meng-amin-kan doa-doa dan waktu itu pula termasuk waktu maqbulnya doa, namun dalam acara itu jika banyak penyimpangan dan hal-hal yang melanggar syari’at bagaimana mungkin malaikat rahmat akan hadir disana? Dan bagaimana doanya bisa dikabul? Apa jadinya rumah tangga yang akan dijalani kelak oleh pengantin tadi jika tidak adanya iringan doa-doa dan orang-orang yang hadir pada saat itu.

Inilah sebagian fenomena yang umumnya dilakukan oleh sebagian masyarakat kita. Apa-apa yang dijelaskan diatas bukanlah ajaran dari kelompok tertentu, tetapi demikianlah yang dipraktekkan oleh Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam dan para shahabatnya.

Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin

Dan bergaullah dengan mereka secara patut, kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan pahala kebaikan yang banyak (Q.S. An-Nisa’: 19)

Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berfikir (Q.S. Ar-Ruum: 21)

Wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Alloh telah memelihara (mereka) (Q.S. An-Nisa’: 34)

Sejenak bersama wasiat-wasiat Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam

Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam bersabda:

Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya (HR. Tirmidzi)

Termasuk kebaikan dari wanita adalah, mudah melamarnya, ringan maharnya, dan subur kandungannya (HR. Ahmad dan yang lainnya)

Apabila datang kepadamu seorang pemuda yang engkau senangi akhlaq dan agamanya, maka kawinkanlah (dengan putrimu), jika tidak kamu lakukan, maka akan terjadi fitnah dimuka bumi dan kerusakan yang besar. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Pesan nabi untuk para suami

Kamu beri makan bila kamu makan dan kamu beri pakaian bila kamu berpakaian –atau bila kamu memperolehnya- dan janganlah kamu memukul wajah, jangan kamu mejelek-jelekan…..(HR. Abu Daud)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: